Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

8 Jan 2021

Curhat pertama 2021

Sudah lama saya tidak posting apapun di blog ini. Alasannya pastinkarena saya malas menulis lagi. Ahaha. Yup saya tidak perlu denial kalau selama ini malas menuangkan cerita. Sekarang setelah vakum sekian lama saya mulai merasa ingin menuangkan pikiran lewat tulisan. Entah kenapa saya ingin curhat panjang lebar yang tentu saja rasanya tidak pas dituangkan di IG, media sosial yang selama ini aktif saya gunakan.

Setelah dipikir-pikir, saya perlu menulis untuk menuangkan isi pikiran. Jadi tak perlu sangat peduli dengan apa hasilnya. Yang penting lega karena sudah mengosongkan pikiran. Hihi. Tapi ya sebisa mungkin saya belajar melihat dari sudut pandang yang sekiranya memberi perfektif bermanfaat bagi yang membacanya. Meskipun saya jangan terlalu memedulikan apakah ada yang baca atau tidak blog ini. 

Hambatannya adalah rasa malas dan rasa tak percaya diri. Entah kenapa mudah insecure dengan tulisan sendiri. Yup saya paham yang bermasalah adalah cara saya mempersepsikannya. Kadang ketakutannya memang untuk hal yang belum tentu terjadi, tapi saya sudah takut duluan. Ah dasar si aku!

10 Okt 2015

Personal Branding : Kamu Siapa?

Kamu siapa?
Saya Mia.

Hmm, sepertinya menyebutkan nama bukanlah jawaban yang menarik ya. Pertanyaan itu membuat saya berpikir dan merenung. Saya, sebenarnya ingin dikenal sebagai siapa. Sebetulnya saya belum menemukan jawaban yang pas. Tapi sharing hari ini membuat saya berpikir. Sebenernya apa personal branding yang ingin saya bangun.

Yap, hari ini saya mengikuti sharing Personal Branding bersama KTII. ada banyak hal yang saya dapatkan. Mengapa personal branding itu penting, tips dalam membangun personal branding di era online dan juga networking tentunya.

Siapapun kita ternyata perlu memiliki personal branding, karena pada dasarnya manusia ingin di pandang positif oleh orang lain. Misalkan, Mia itu yang mana ya? Oh itu yang tukang bohong. Tentu saja kita tidak mau dianggap seperti itu. Sekalipun kita bukan artis, kita pasti punya harapan dipandang positif oleh lingkungan.

Maka, apa yang akan kamu branding sebagai bentuk pengenalan pada lingkungan? Nah disinilah saya diajak untuk menemukan sendiri apa brandingnya. Dimana branding ini akan ditampilkan melalui visual, verbal, dan video.

Tapi untuk sharing hari ini, pembahasannya memang belum sedalam itu. Kita hanya diingatkan mengenai harus bagaimana branding itu. Yaitu, branding merupakan kemasan. Kualitas kemasan bisa menentukan harga bukan? ^_^

Tapi, harus diingat pula bahwa ada value. Bagaimana isi dari kemasan tersebut. Kemasan menarik namun isinya kosong tentu akan menurunkan harga.

Kurang lebih, itu yang saya dapat dari Pak Virja selaku ketua KTII sebagai pembukaan. Setelah itu dilanjutkan dengan 3 narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing. Ada Mba Nutty sebgai penggiat sosial media branding, Mba Corrie seorang penulis, dan tim dari dotcom for me.

Acaranya berlangsung dari pukul 09.00- 15.00. Penuh dengan diskusi dan canda. Peserta kali ini di dominasi oleh para trainer hebat, namun tetap haus akan ilmu. Bahkan mau belajar bersama dengan saya yang masih newbie. Hehe

Sesi Mba Nutty banyak menjelaskan mengenai pentingnya kita terkoneksi ke dunia media sosial. Sebagai bentuk personal branding. Dimana di era sekarang, orang akan mencari segala sesuatu di Google. Sayang sekali jika kita tidak terdeteksi di mesin pencari tersebut.

Kami pun diajarkan untuk membuat tagar yg konsisten sebagai bentuk personal branding. Dan yang istimewa lagi, kita dikenalkan pada pemilik nulisbuku.com. sehingga peluang siapa pun untuk jadi penulis terbuka lebar. Wiiiw...

Nah selanjutnya, bersama Mba Corrie kita dijelaskan mengenai tips review produk. Dengan mampu mereview dengan baik, itu bisa jadi peluang tambahan penghasilan lho....

Terakhir, ditutup dengan penawaran dari dotcomforme.com. yakni penawaran domain dot com, yang tentu akan menunjang kredibilitas nama baik seseorang atau web bisnis tertentu. Disini kami di berikan kuisioner yang berhadiah voucher senilai 100.000 yang bisa ditukar dengan produk mereka.
Sejujurnya saya merasa sangat senang sekali bisa mengikuti sharing ini. Dengan harga 150.000 saja saya bisa mendapatkan banyak hal, voucher domain, makan siang, wifi kenceng gratis, ilmu dan pertemanan. Alhamdulillah ya.... ^_^

Sekali lagi terima kasih KTII. Nah bagi yang ingin tau keceriaan kita hari ini, bisa search dg #ktii.
See u next shariing....

20 Sep 2015

Sharing DISC with KTII

Senangnya hari Sabtu kemarin saya berkesempatan mengikuti sharing DISC. Sharing kali ini diselenggarakan oleh KTII (komunitas Training Independen Indonesia), yang mana sebelumnya juga menggelar Sharing Assessment center.

Sharing DISC ini diikuti hampir 40 orang dari berbagai kalangan, HR, konsultan, psikologi, dll. Jadi ajang silatuharim juga sih, berkumpul dengan orang-orang baru.

Sebagai lulusan psikologi, rasanya penting bagi saya untung mengupgrade pemahaman dan keilmuan ke-psikologian. DiSC sendiri tidak diajarkan di bangku kuliah, namun alhamdulillah dulu saya pernah mencoba test tersebut baik yang paper-pencil ataupun yang komputer. Hasilnya? Coba tebaaak... ^_^

Untuk info lebih lengkap tentang DISC, next post insya Allah dibahas ya...

Sharing kali ini diadakan di FaveHotel Glodok. For info, saya kesana naik Gojek lho. Ciputat-glodok ternyata 24,5 km, so masih bisa dijangkau Gojek dengan harga 15rb aja. Hihii... Saya sampai sana sekitar pukul 09.30, so saya datang telat 30 menitan dari acara. Tapi saya masih bisa ngikutin penjelasan dari Pak Felix sebagai narsum pertama.

Sesi pertama ini membahas sejarah perkembangan DISC secara singkat. Lalu dilanjutkan dengan Disc versi 24 dan versi 28. Dan yang paling saya tangkep dari beliau itu adalah DiSC jangan dijadikan label, "kan saya orang C, wajar dong kalau begini..." tapi yang harus jadi mindset adalah 3A (aware, accept, adapt).

Sadar dengan tipe saya juga sadar dengan tipe lawan bicara kita.
Terima dengan tipe saya juga dengan lawan bicara kita, terlebih kalau berbeda.
Beradaptasilah dengan tipenya lawan bicara kita.

Kurang lebih begitulah...  ^_^

Sesi kedua dilanjutkan oleh Pak Edi Pambudi, yang sharing tentang komposisi Disc dalam tim serta DISC versi laporan wheel.

Sesi ketiga dilanjutkan dengan sharing-sharing masalah yang banyak dihadapi oleh para praktisi.

Acaranya sih seru banget. Tapi berhubung kondisi badan yang tetiba agak gimana gitu, saya jadinya kurang maksimal dalam nangkep materinya. Ngantuk sih krn efek obat. Tapi sebenernya itu jangan jadi penghalang sih. Soalnya yang lain terlihat antusias ikut acara tersebut. Banyak juga yang bertanya dan share pengalaman juga.

Btw, sharing kemarin hanya 150rb aja lho, dapet ilmu, dapet slide materi plus dapet makan. Lumayan bangeet kan? Hihii...